Pantai Losari, sebagai ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memiliki sejarah yang melegenda, meskipun hingga kini asal-usul nama tersebut masih menjadi misteri. Meski demikian, berdasarkan penelusuran, terdapat setidaknya tiga versi yang mencoba menjelaskan asal-usul penamaan Pantai Losari. Salah satu versi menyebut bahwa nama Pantai Losari diberikan oleh pemilik kavling tanah di sekitar Pantai Losari pada masa itu.
Selain versi tersebut, terdapat pandangan lain yang menjelaskan asal-usul nama Losari dengan perspektif yang berbeda. Walaupun demikian, hingga saat ini, belum ada catatan resmi yang dapat memastikan kebenaran mengenai asal-usul Pantai Losari.
3 Versi Asal-usul Penamaan Pantai Losari
1. Nama Losari berasal dari ‘Tuan Tanah’
Versi pertama mengenai asal-usul nama Losari diuraikan oleh Dias Pradadimara, seorang Dosen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin. Pada awalnya, tempat yang sekarang dikenal sebagai ‘Pantai Losari’ hanyalah sebuah pantai tanpa nama Losari. Nama Losari yang kini melekat pada pantai tersebut awalnya adalah nama dari sebidang tanah kavling, yaitu kavling Losari, yang terletak di sekitar pantai, tepatnya di Jalan Datu Museng.
“Losari sendiri itu nama lokasi, nama tanah. Jadi tanahnya letaknya di Datu Museng, trus ada Taman di situ. Nah daerah situ namanya tanah losari. Nah, karenanya kemudian disebut pantai Losari,” ungkap Dias.
Ia mengungkapkan bahwa tanah kavling tersebut telah ada sejak abad ke-19, dan pada tahun 1930-an, pemerintah akhirnya membeli tanah tersebut.
“Pada awalnya, kami ingin membeli banyak, tetapi kami tidak memiliki uang. Oleh karena itu, kita memilih Losari saja,” terangnya.
Dias menjelaskan bahwa nama Losari ini tidak memiliki makna atau filosofi tertentu karena dibuat oleh tuan tanah kavling tersebut.
“Tidak ada makna khusus. Nama Losari dibuat sembarangan, tergantung pada keinginan pemilik tanah untuk memberi nama apa,” katanya.
Meskipun tanpa filosofi khusus, Dias menyebut bahwa nama “Losari” berasal dari bahasa Jawa. Namun, ia tetap meyakinkan bahwa pemilihan nama “Losari” ini tidak memiliki dasar tertentu.
“Meskipun benar berasal dari bahasa Jawa, tidak ada istilah Losari dalam bahasa Makassar. Namun, tidak ada filosofi di balik itu,” ungkap Dias.
2. Nama Losari berasal dari Kata Los dan Ari
Penjelasan mengenai asal-usul nama Losari juga disajikan dalam buku “Jelajah Kota Anging Mammiri” oleh Muhammad Randhy Akbar, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Buku tersebut menjelaskan bahwa sejumlah masyarakat percaya bahwa nama Losari berasal dari gabungan kata “los” dan “ari.”
Dalam bahasa Jawa, “los” memiliki arti tempat berjualan, sedangkan “ari” berarti pembungkus atau penyuplai. Pengertian ini sesuai dengan penggunaan Pantai Losari sebagai lokasi berjualan sepanjang waktu. Tempat ini telah menjadi pusat aktivitas jual beli bagi masyarakat sejak didirikannya.
3. Nama Losari berasal dari Kata Rosario
Dalam konteks yang sama, buku “Jelajah Kota Anging Mammiri” juga menyampaikan kemungkinan asal-usul nama Losari dari kata “Rosario.” Pada masa lalu, pantai ini sering dikunjungi oleh biarawati dan pastor.
Mereka yang datang sering menggunakan rosario (gelang doa) di leher mereka. Kemungkinan inilah yang menjadi dasar pemberian nama Losari untuk pusat wisata Kota Makassar ini.






